Tanda – Tanda Darah Tinggi

TANDA – TANDA DARAH TINGGI

Tekanan darah tinggi umumnya berkembang selama bertahun-tahun, dan akhirnya memengaruhi hampir semua orang. Untungnya, tekanan darah tinggi dapat dengan mudah dideteksi.

Ketika kamu memiliki tekanan darah tinggi, kamu bisa langsung segera memeriksakan diri ke rumah sakit  untuk menemui dokter. Buat janji dengan dokter melalui supaya tidak repot, dan diskusikan dengan dokter mengenai cara mengendalikan tekanan darah.

Sementara itu, beberapa gejala hipertensi yang perlu kamu ketahui adalah:

  1. Pusing;

Pusing adalah sensasi seperti melayang, berputar, kliyengan, atau merasa akan pingsan. Pusing bisa dialami oleh siapa saja dan sensasi yang dirasakan dapat berbeda antara satu orang dengan orang yang lain.

Sebenarnya, kepala pusing bukan suatu penyakit, melainkan gejala dari kondisi atau penyakit tertentu. Pusing sering terjadi, tetapi jarang menjadi tanda dari suatu kondisi yang berbahaya. Meski demikian, gejala ini tetap memerlukan pemeriksaan dokter, terutama jika terjadi secara terus-menerus dan berkepanjangan.

Penyebab Pusing

Pusing jarang disebabkan oleh kondisi yang berbahaya. Terkadang, pusing terjadi akibat adanya perubahan dalam sistem tubuh yang kompleks, misalnya saat hamil, ketika bangun tidur, setelah berolahraga, atau saat haid. Asal muasal pusing pada kondisi tersebut sulit untuk ditelusuri.

 

Berikut adalah beberapa kondisi yang diketahui dapat menyebabkan pusing:

Gangguan di telinga

Gangguan yang terjadi di telinga dapat menyebabkan pusing tujuh keliling atau vertigo, yaitu sensasi pusing seperti merasakan lingkungan sekitar berputar atau bergerak.

 

Ada beberapa gangguan di telinga yang bisa menyebabkan vertigo, antara lain benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), vestibular neuritis, neuroma akustik, dan penyakit Meniere.

 

Mabuk perjalanan juga terkait dengan gangguan pada sistem keseimbangan di telinga. Akibatnya, orang yang mengalami kondisi ini sering kali akan merasa pusing.

Baca Juga : Tips Menrunkan Darah Tinggi

Gangguan peredaran darah

Pusing dapat muncul saat peredaran darah terganggu, misalnya ketika menderita penyakit darah rendah, stroke, atau penyakit jantung.

 

Penyebab lain

Pusing juga dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti:

 

  • Gangguan saraf, di antaranya penyakit Parkinson dan multiple sclerosis
  • Efek obat-obatan, seperti obat anti kejang, antidepresan, penenang, obat bius, dan obat penurun tekanan darah
  • Kekurangan zat besi (anemia)
  • Gangguan kecemasan
  • Hipoglikemia (kekurangan gula dalam darah)
  • Cuaca yang terlalu panas dan dehidrasi
  • Efek konsumsi minuman beralkohol jangka pendek
  • Gejala Pusing
  • Pusing dapat dideskripsikan dengan sensasi berikut:
  • Rasa seperti melayang atau hilang keseimbangan
  • Kliyengan atau merasa akan pingsan
  • Kepala terasa berat
  • Kondisi sekitar terasa seperti berputar

Sensasi pusing ini dapat datang tiba-tiba (mendadak) atau perlahan, serta hanya sebentar atau terus menerus berkepanjangan. Pusing yang dirasakan juga dapat bertambah parah ketika penderitanya berjalan, berdiri, duduk, berbaring, atau menggerakan kepala.

 

Selain sensasi pusing itu sendiri, gejala lain yang dapat menyertai adalah lemas, mual, muntah, dan keringat dingin. Namun, keluhan yang dirasakan setiap orang saat pusing dapat berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya.

  1. Sakit kepala;

Sakit kepala adalah kondisi ketika timbul rasa sakit dan tidak nyaman di kepala, kulit kepala, atau leher. Penyakit yang satu ini umum terjadi, dan diperkirakan 7 dari 10 orang mengalami setidaknya satu kali sakit kepala setiap tahun.

 

Sebagian besar sakit kepala tidak parah dan bisa diatasi sendiri dengan minum obat pereda sakit, minum air putih yang cukup, dan banyak beristirahat. Namun, beberapa sakit kepala perlu penanganan yang lebih disebabkan oleh kondisi yang dapat membahayakan nyawa.

 

 

Penyebab dan Faktor Risiko Sakit Kepala

Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu sakit kepala yang tidak terkait pada penyakit lain atau sakit kepala primer, dan sakit kepala akibat adanya penyakit lain atau sakit kepala sekunder.

 

  1. Sakit Kepala Primer

 

Sakit kepala primer adalah sakit kepala yang tidak memiliki penyebab lain di baliknya, melainkan murni disebabkan oleh adanya masalah dengan struktur di kepala yang terlalu sensitif terhadap rasa sakit. Kondisi tersebut juga melibatkan pembuluh darah, otot, saraf kepala, serta leher. Beberapa contoh sakit kepala primer yang umum terjadi, antara lain:

 

  • Sakit kepala tegang;
  • Migraine;
  • Sakit kepala cluster.

Beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya sakit kepala primer, antara lain:

 

  • Gangguan pada otot leher dan kepala;
  • Aktivitas kimia di otak.
  • Pembuluh darah atau saraf.
  1. Sakit Kepala Sekunder

Sakit kepala sekunder ini biasanya disebabkan oleh aktifnya saraf rasa sakit di bagian kepala akibat adanya suatu penyakit. Penyebab umum sakit kepala sekunder, antara lain:

 

  • Infeksi telinga.
  • Masalah gigi.
  • Konsumsi MSG yang berlebihan.
  • Konsumsi makanan atau minuman yang terlalu dingin secara tiba-tiba.
  • Perubahan hormon pada wanita setelah mengonsumsi pil KB.
  • Menggunakan penutup kepala yang terlalu ketat.

 

Sedangkan penyebab sakit kepala sekunder, lainnya yang jarang terjadi, antara lain:

  • Gegar otak
  • Aneurisma otak.
  • Neuralgia trigeminal.
  • Keracunan karbon monoksida.
  • Serangan panik.
  • Penyumbatan pembuluh darah di otak.
  • Radang pada otak.

Gejala Sakit Kepala

Saat terserang sakit kepala, gejala yang biasanya akan dialami pengidap adalah rasa sakit di sekitar kepala. Namun, waspadai jika sakit kepala disertai dengan gejala-gejala berikut ini:

  • Gangguan pada penglihatan.
  • Kesulitan berbicara.
  • Leher kaku.
  • Hilang kesadaran.
  • Salah satu sisi tubuh menjadi lemah atau lumpuh.
  • Demam tinggi.

Dan jangan lupa untuk banyak minum air putih setiap hari dan menkonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan

 

  1. Sulit berjalan.

 

Gait (Sulit Berjalan), proses berjalan dan keseimbangan adalah pergerakan yang rumit. Gait dan keseimbangan bergantung pada kegunaan dari bagian tubuh tertentu, antara lain:

  • Telinga
  • Mata
  • Hidung
  • Otak
  • Otot
  • Saraf yang mempengaruhi anggota gerak

Permasalahan yang muncul pada daerah tersebut dapat menyebabkan kesulitan berjalan, mudah terjatuh, atau cidera bila tidak ditangani. Kesulitan berjalan bisa terjadi jangka panjang atau pendek, tergantung dari penyebabnya.

Apa saja gejala Gait (Sulit Berjalan) dan masalah keseimbangan?

Gejala yang paling umum gait dan masalah keseimbangan antara lain:

  • Kesulitan berjalan
  • Masalah dalam keseimbangan
  • Ketidaktegapan

Orang-orang juga dapat merasakan:

  • Pusing
  • Kepala terasa ringan
  • Vertigo
  • Mabuk perjalanan
  • Pandangan kabur

Gejala-gejala lain juga mungkin terjadi tergantung dari penyebab atau kondisi yang dialami penderita.

Baca Juga : Tips Menurunkan Darah Tinggi

  1. Sesak napas;

Sesak napas adalah kondisi yang terjadi saat pernapasan terasa sulit, tidak nyaman, atau cepat. Hal ini disebabkan oleh pasokan oksigen ke dalam tubuh berkurang sehingga bagian-bagian tubuh seperti paru-paru, otot dinding dalam, dan diafragma menjadi bekerja lebih keras untuk bernapas.

Sesak napas dapat terjadi kapan pun dan di mana pun, terutama jika memiliki kondisi atau faktor yang menyebabkannya.

Sahabat MIKA sebaiknya tidak menganggap enteng sesak napas, karena jika tidak ditangani dengan tepat bisa berbahaya bahkan berisiko menyebabkan kematian.

Lalu, apa saja hal yang menyebabkan seseorang mengalami sesak napas tiba-tiba? Ketahui penjelasannya pada artikel berikut ini.

 

  1. Mimisan;

Mimisan biasanya disebabkan oleh trauma lokal, tapi juga bisa terjadi akibat infeksi hidung atau sinus, menghirup udara kering dalam waktu lama. Mimisan secara spontan cukup umum terjadi pada anak-anak. Hidung penuh dengan pembuluh darah, sehingga cedera ringan pada wajah bisa menyebabkan hidung mengeluarkan darah.

  1. Sakit dada;

Penyebab nyeri dada yang disebabkan jantung. Serangan jantung yang biasanya disebabkan penyakit jantung koroner. Ini terjadi ketika aliran darah yang tersumbat, seringkali dari bekuan darah, ke otot jantung. Angina adalah istilah untuk nyeri dada yang disebabkan oleh aliran darah yang buruk ke jantung.

  1. Perubahan visual seperti penglihatan tampak buram;

Pandangan kabur terjadi ketika ketajaman penglihatan menurun, sehingga membuat objek yang dilihat tampak tidak fokus dan buram. Kondisi ini dapat timbul karena ada salah satu komponen mata yang bermasalah, misalnya kornea, retina, atau saraf optik.Pandangan mata kabur atau berbayang dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata, tergantung penyebabnya. Kondisi ini bisa datang secara tiba-tiba karena suatu peristiwa atau muncul perlahan-lahan sebagai komplikasi dari kondisi medis yang diderita sejak lama.Penyebab pandangan kabur dapat sangat beragam. Terkadang, pandangan buram ini juga muncul dengan gejala lainnya, seperti sakit kepala, sensitif terhadap cahaya, atau iritasi pada mata. Untuk mengatasinya, diagnosis yang tepat dari dokter diperlukan agar penyebabnya bisa ditemukan.

  1. Adanya darah dalam urine.

Darah yang terdapat dalam urine dinamakan hematuria. Terdapatnya darah dalam urine biasanya bukan karena gangguan serius. Meski demikian, kondisi ini bisa saja menandakan masalah kesehatan yang lebih serius. Oleh sebab itu, segera periksakan diri ke dokter jika terdapat darah dalam urine walaupun hanya sekali. Sehingga, dokter dapat menentukan penyebabnya dan memberi penanganan sedini mungkin untuk menghindari terjadinya komplikasi, atau penyakit yang lebih serius di kemudian hari. Pengobatan dari hematuria dilakukan berdasarkan penyebabnya.

 

Ada dua tipe dari hematuria:

Gross Hematuria, yaitu darah pada urine yang menyebabkan urine berubah warna menjadi pink (merah muda), merah, atau cokelat kehitaman. Kondisi ini dapat dilihat dengan mata telanjang.

Microscopic Hematuria (hematuria mikroskopik), yaitu darah pada urine yang hanya dapat dilihat melalui pemeriksaan laboratorium atau mikroskop, karena jumlahnya sangat sedikit.

Pendarahan yang menyebabkan urine berwarna merah biasanya tidak sakit. Namun, buang air kecil yang disertai darah yang beku biasanya akan menyebabkan rasa sakit. Pada banyak kasus, urine yang berdarah ini tidak menimbulkan tanda maupun gejala.

 

Hematuria biasanya terjadi akibat kebocoran ginjal atau bagian dari saluran kemih. Berikut ini berbagai kondisi kesehatan yang biasa menyebabkan kebocoran:

Infeksi akibat bakteri, seperti Infeksi ginjal (pyelonefritis) dan infeksi saluran kemih.

Batu kandung kemih atau ginjal yang terjadi ketika mineral di dalam urine yang pekat membentuk kristal pada dinding dari ginjal atau kandung kemih. Lama-kelamaan, kristal ini akan menjadi batu kecil yang keras dalam kandung kemih atau ginjal. Kondisi ini hanya akan menimbulkan gejala jika terjadi sumbatan, ketika batu tersebut hendak dikeluarkan melalui buang air kecil. Batu ginjal dapat menyebabkan rasa sakit yang parah. Batu ginjal maupun batu kandung kemih dapat menyebabkan gross dan microscopic hematuria (kencing berdarah).

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *